Fungsi
Membungkus kode yang dipakai berulang jadi fungsi: parameter, return value, dan nilai default.
Membuat dan memanggil fungsi
<?php
function sapa($nama) {
return "Halo, $nama!";
}
echo sapa("Malik"); // Halo, Malik!Fungsi boleh punya nilai default untuk parameter, dan bisa mengembalikan data dengan return:
<?php
function sapa($nama = "Tamu") {
return "Halo, $nama!";
}
echo sapa(); // Halo, Tamu!
echo sapa("Rina"); // Halo, Rina!
function tambah($a, $b) {
return $a + $b;
}
echo tambah(3, 4); // 7Type hint (opsional tapi bagus)
Sejak PHP 7, kamu bisa menulis tipe parameter dan return agar salah kirim data langsung ketahuan:
<?php
function luasPersegi(int $sisi): int {
return $sisi * $sisi;
}
echo luasPersegi(5); // 25Scope: variabel luar tidak otomatis terlihat
Variabel di luar fungsi tidak bisa dipakai langsung di dalam fungsi:
<?php
$pesan = "Halo";
function tampilkan() {
// echo $pesan; // ERROR: undefined variable
}
function tampilkanBenar($pesan) {
echo $pesan; // kirim lewat parameter
}
tampilkanBenar($pesan);Memecah kode ke beberapa file
Fungsi-fungsi pembantu biasanya disimpan di file terpisah lalu dimuat dengan require:
<?php
// file helper.php berisi function sapa() ...
require "helper.php"; // error fatal kalau file tidak ada
// include "helper.php"; // hanya warning kalau file tidak ada
echo sapa("Malik");Catatan teknis: Pakai
requireuntuk file yang wajib ada (misalnya definisi fungsi inti), karena PHP langsung berhenti dengan fatal error kalau file-nya hilang. Pakaiincludehanya untuk bagian opsional seperti template. Untuk file yang mungkin dimuat berkali-kali, ada varianrequire_onceagar tidak terjadi error "function already defined".