Variabel: let, const, dan var
Menyimpan data dalam variabel dengan let dan const, plus alasan kenapa var sebaiknya ditinggalkan.
Variabel itu kotak berlabel
Variabel adalah tempat menyimpan data. Bayangkan kotak berlabel: labelnya adalah nama variabel, isinya adalah data. Kamu bisa mengambil isi kotak kapan saja hanya dengan menyebut labelnya.
let nama = "Rizky";
let umur = 17;
console.log(nama); // "Rizky"let: isi bisa diganti
Gunakan let untuk nilai yang mungkin berubah, misalnya skor game atau status login.
let skor = 0;
skor = 10; // boleh, nilainya berubah
skor = skor + 5;
console.log(skor); // 15const: isi tetap
Gunakan const untuk nilai yang tidak boleh diganti, misalnya konfigurasi atau referensi tetap.
const PI = 3.14;
const namaDepan = "Rizky";
// namaDepan = "Budi"; // ERROR: tidak bolehAturan praktisnya: selalu pakai const dulu, ganti ke let hanya kalau nilainya memang perlu diubah. Kebiasaan ini mencegah bug karena data berubah tanpa sengaja.
var: peninggalan masa lalu
Dulu hanya ada var, tapi ia punya perilaku aneh soal scope yang sering bikin bug. Di kode modern, var sudah tidak dipakai. Kamu cukup tahu ia ada kalau menemukan kode lama.
var lama = "jangan dipakai lagi";Catatan teknis: const hanya mengunci assignment ulang, bukan isi object atau array. Jadi const arr = [1, 2]; arr.push(3) tetap boleh, yang dilarang adalah arr = [4]. Detail ini dibahas lagi di materi tipe data referensi.
Penamaan yang baik
Nama variabel sebaiknya deskriptif dan memakai camelCase: namaLengkap, jumlahPeserta, bukan x atau data2. Kode dibaca lebih sering daripada ditulis, jadi nama yang jelas menghemat waktu semua orang.
Latihan: mana yang error?
Coba tebak output kode berikut sebelum menjalankannya di console. Latihan menebak seperti ini melatih intuisi lebih cepat daripada sekadar membaca.
const kota = "Bandung";
let suhu = 25;
suhu = 30;
console.log(kota + ": " + suhu + " derajat");
// kota = "Jakarta"; // apa yang terjadi kalau baris ini dibuka?Baris terakhir akan error karena kota adalah const. Pesan errornya: "Assignment to constant variable". Error yang jelas seperti ini sebenarnya membantu, ia langsung menunjuk baris masalahnya.
Satu kebiasaan baik: beri nama const dengan huruf kapital untuk nilai yang benar-benar tetap seperti konfigurasi (API_URL, MAKS_PESERTA). Untuk variabel biasa, pakai camelCase seperti biasa. Konvensi kecil ini membuat kode lebih mudah dipindai.
Kesimpulan
Pakai const sebagai default, let kalau nilainya berubah, dan lupakan var. Dengan fondasi ini, kamu siap menyimpan dan mengolah data di modul berikutnya.