Instalasi Laravel dan Setup Awal
Install Laravel lewat Composer, jalankan server lokal, dan pahami file .env untuk konfigurasi awal.
Install lewat Composer
Cara paling standar membuat project Laravel adalah perintah composer create-project. Pastikan PHP 8.2+ dan Composer sudah terpasang, lalu jalankan:
composer create-project laravel/laravel:^11.0 blogku
cd blogku
php artisan serveBuka http://127.0.0.1:8000 di browser. Kalau halaman welcome Laravel muncul, instalasi berhasil. Perintah php artisan serve menjalankan server development bawaan PHP, cukup untuk belajar, jangan dipakai di production.
Alternatif: Laravel Installer
Kalau kamu sering bikin project baru, install Laravel Installer sekali secara global:
composer global require laravel/installer
laravel new blogkuInstaller ini menanyakan beberapa hal interaktif: mau pakai starter kit apa, database apa (SQLite atau MySQL), dan mau menjalankan migrasi atau tidak. Praktis untuk setup cepat.
File .env: jantung konfigurasi
Setiap project Laravel punya file .env di root. File ini menyimpan konfigurasi yang beda tiap environment: nama aplikasi, koneksi database, API key, dan sebagainya. Contoh bagian pentingnya:
APP_NAME=Blogku
APP_ENV=local
APP_KEY=base64:xxxx
APP_DEBUG=true
APP_URL=http://127.0.0.1:8000
DB_CONNECTION=sqliteLaravel 11 memakai SQLite sebagai default, jadi kamu bisa langsung coding tanpa install MySQL. File databasenya ada di database/database.sqlite dan dibuat otomatis saat instalasi.
APP_KEY wajib ada
APP_KEY dipakai untuk enkripsi session dan cookie. Kalau kosong, Laravel error. Generate dengan:
php artisan key:generateCatatan teknis: Jangan pernah commit file
.envke Git. Ia berisi password dan secret. Laravel menyertakan.env.examplesebagai template, dan file.gitignorebawaan sudah mengecualikan.envsecara otomatis.