laravelcomposerinstalasiPemula3 mnt baca

Instalasi Laravel dan Setup Awal

Install Laravel lewat Composer, jalankan server lokal, dan pahami file .env untuk konfigurasi awal.

Install lewat Composer

Cara paling standar membuat project Laravel adalah perintah composer create-project. Pastikan PHP 8.2+ dan Composer sudah terpasang, lalu jalankan:

bash
composer create-project laravel/laravel:^11.0 blogku
cd blogku
php artisan serve

Buka http://127.0.0.1:8000 di browser. Kalau halaman welcome Laravel muncul, instalasi berhasil. Perintah php artisan serve menjalankan server development bawaan PHP, cukup untuk belajar, jangan dipakai di production.

Alternatif: Laravel Installer

Kalau kamu sering bikin project baru, install Laravel Installer sekali secara global:

bash
composer global require laravel/installer
laravel new blogku

Installer ini menanyakan beberapa hal interaktif: mau pakai starter kit apa, database apa (SQLite atau MySQL), dan mau menjalankan migrasi atau tidak. Praktis untuk setup cepat.

File .env: jantung konfigurasi

Setiap project Laravel punya file .env di root. File ini menyimpan konfigurasi yang beda tiap environment: nama aplikasi, koneksi database, API key, dan sebagainya. Contoh bagian pentingnya:

bash
APP_NAME=Blogku
APP_ENV=local
APP_KEY=base64:xxxx
APP_DEBUG=true
APP_URL=http://127.0.0.1:8000

DB_CONNECTION=sqlite

Laravel 11 memakai SQLite sebagai default, jadi kamu bisa langsung coding tanpa install MySQL. File databasenya ada di database/database.sqlite dan dibuat otomatis saat instalasi.

APP_KEY wajib ada

APP_KEY dipakai untuk enkripsi session dan cookie. Kalau kosong, Laravel error. Generate dengan:

bash
php artisan key:generate

Catatan teknis: Jangan pernah commit file .env ke Git. Ia berisi password dan secret. Laravel menyertakan .env.example sebagai template, dan file .gitignore bawaan sudah mengecualikan .env secara otomatis.