AIagentskillMenengah4 mnt baca

Agent Skills & CLAUDE.md

Cara mengajari AI agent kebiasaan projectmu: file instruksi, skills, dan aturan main yang ditulis sekali.

Apa Itu Agent Skills

Bayangkan kamu mempekerjakan asisten baru. Minggu pertama kamu mengajarinya: "di perusahaan ini, laporan selalu format begini", "kalau ada bug, selalu tulis test dulu", "jangan pernah langsung push ke main". Setelah diajari, ia bekerja mandiri sesuai aturan itu. Agent skills adalah versi tertulis dari "pengajaran" itu: file instruksi yang memberi tahu AI agent cara bekerja di proyekmu: konvensi kode, alur kerja, hal yang boleh dan tidak boleh.

Bentuk paling terkenalnya adalah CLAUDE.md (dipopulerkan ekosistem Claude Code), tapi konsepnya universal: OpenCode, Cursor, dan tools lain mendukung file instruksi serupa (sering bernama AGENTS.md). Intinya sama: daripada mengulang instruksi yang sama di setiap prompt, tulis sekali, dipakai selamanya.

Kenapa Ini Pengali Produktivitas

Tanpa skills, setiap sesi dengan agent dimulai dari nol: kamu harus mengingatkan "pakai bahasa Indonesia untuk komentar", "jangan pakai library X", "selalu jalankan test". Itu melelahkan dan sering terlupa. Dengan skills, agent membaca instruksi proyek otomatis di awal sesi dan menerapkannya konsisten. Efeknya seperti punya SOP perusahaan: kualitas kerja stabil tidak peduli siapa (atau AI apa) yang mengerjakan.

Buat kamu yang belajar, menulis skills juga latihan berpikir sistem: kamu dipaksa merumuskan "cara kerja yang benar" secara eksplisit, dan itu memperdalam pemahamanmu sendiri.

Contoh 1: Menulis AGENTS.md Pertama (Langkah Bertahap)

Buat file AGENTS.md di root proyek latihanmu. Mulai kecil, 10-15 baris:

markdown
# Cara Kerja di Proyek Ini

## Bahasa dan Gaya
- Komentar kode dalam bahasa Indonesia
- Nama variabel bahasa Inggris, gaya camelCase
- Fungsi maksimal 30 baris; kalau lebih, pecah

## Aturan Kerja
- Jangan menambah library tanpa izinku
- Setelah mengubah kode, jelaskan cara mengujinya
- Jangan pernah menghapus file tanpa konfirmasi

## Alur Git
- Jangan commit atau push tanpa izinku
- Pesan commit dalam bahasa Indonesia, format: "tambah: ..." / "perbaiki: ..."

Lalu uji: minta agent melakukan tugas kecil dan perhatikan apakah ia mengikuti aturan (misal: apakah komentarnya bahasa Indonesia? apakah ia bertanya sebelum menghapus?). Kalau ada aturan yang dilanggar, perbaiki kata-katanya: instruksi yang kabur ("tulis kode yang bagus") tidak dipatuhi; instruksi konkret ("fungsi maksimal 30 baris") dipatuhi.

Contoh 2: Skills Spesifik Tugas (Bertahap)

Selain aturan umum proyek, kamu bisa bikin "skill" khusus untuk tugas berulang. Contoh: kamu sering minta agent membuat dokumentasi fungsi. Buat file skills/dokumentasi.md:

markdown
# Skill: Dokumentasi Fungsi

Saat diminta mendokumentasikan fungsi, ikuti format ini:

```js
/**
 * [1 kalimat: apa yang dilakukan fungsi]
 * @param {tipe} nama - [penjelasan singkat]
 * @returns {tipe} - [penjelasan singkat]
 * Contoh: [1 contoh pemakaian]
 */

Jangan dokumentasikan fungsi yang namanya sudah jelas dan badannya di bawah 5 baris (over-documentation).

Lalu di prompt: "dokumentasikan fungsi-fungsi di src/utils.js mengikuti skill dokumentasi". Agent membaca skill itu dan menerapkan formatnya konsisten ke semua fungsi. Pola ini berskala: makin banyak tugas berulangmu, makin berharga koleksi skills-mu. Tim profesional menyimpan skills di repo dan membaginya ke semua anggota (manusia maupun AI). > **Catatan teknis:** Cara agent menemukan skills bervariasi per tools: ada yang otomatis membaca ``CLAUDE.md``/``AGENTS.md`` di root dan folder, ada yang perlu didaftarkan manual, ada yang mendukung "skills" sebagai plugin yang bisa dipanggil. Prinsipnya tetap: instruksi tertulis > instruksi lisan yang diulang. Satu peringatan teknis: instruksi yang bertentangan antar file (root bilang A, subfolder bilang B) biasanya dimenangkan oleh yang paling spesifik (subfolder), tapi perilaku pastinya tergantung tools. Jaga agar skills-mu tidak saling bertentangan. ## Kesalahan Umum 1. **Instruksi kabur.** "Tulis kode yang bersih" tidak ada artinya bagi AI. "Maksimal 30 baris per fungsi, tanpa komentar yang mengulang nama fungsi" ada artinya. Uji: bisakah manusia junior mengikuti instruksi ini tanpa bertanya? Kalau ya, AI juga bisa. 2. **Terlalu panjang.** Skills 200 baris tidak dibaca dengan saksama (ingat "lost in the middle" dari modul context-engineering). Prioritaskan 10-20 aturan terpenting. Sisanya jadi skill terpisah per topik. 3. **Tidak pernah diperbarui.** Proyek berubah, skills harus ikut berubah. Kalau kamu menemukan dirimu mengoreksi agent untuk hal yang sama 3 kali, itu tanda aturannya harus masuk ke skills. 4. **Menyalin skills orang mentah-mentah.** Skills proyek open source besar belum tentu cocok untuk proyek kecilmu. Ambil idenya, sesuaikan dengan kebutuhanmu. ## Rangkuman Agent skills = instruksi tertulis yang mengajari AI cara bekerja di proyekmu, ditulis sekali dipakai selamanya. Mulai dari AGENTS.md kecil (10-15 aturan konkret), uji kepatuhannya, perbaiki yang kabur, dan kembangkan jadi koleksi skill per tugas berulang. Ini salah satu investasi waktu dengan return tertinggi dalam workflow AI.

Tantangan

Tulis AGENTS.md Pertamamu

Untuk satu project milikmu (atau folder latihan), tulis file AGENTS.md berisi: deskripsi 3 baris, perintah dev/build/test, 3 aturan gaya kode, dan 2 larangan. Lalu buka AI agent di folder itu dan tanya: "apa yang kamu ketahui tentang project ini?" Apakah ia membaca filemu?